Saat melangkahkan kaki di kota suci Madinah Al-Munawwarah, setiap peziarah diselimuti oleh aura spiritualitas dan ketenangan. Namun, di balik kemegahan Masjid Nabawi dan warisan sejarah Islam yang kaya, Madinah juga menawarkan perjalanan kuliner yang tak kalah memukau. Kota ini, yang menjadi rumah bagi berbagai budaya dari seluruh penjuru dunia, telah memadukan tradisi Arab Saudi dengan sentuhan cita rasa internasional, menghasilkan hidangan-hidangan yang lezat, otentik, dan tentu saja, sepenuhnya halal.
10 Makanan Enak & Halal yang Wajib Dicoba Saat di Madinah
Madinah bukan hanya tentang ibadah; ini adalah pengalaman multisensori. Mencicipi hidangan lokal adalah cara terbaik untuk terhubung dengan budaya dan sejarah kota tersebut. Kami telah menyusun daftar 10 makanan dan minuman wajib coba yang akan memperkaya pengalaman spiritual dan gastronomi Anda. Daftar ini disusun berdasarkan popularitas, keunikan rasa, dan otentisitasnya sebagai warisan kuliner Hijaz.
Kenapa Kuliner Madinah Begitu Istimewa?
Kuliner Madinah memiliki karakter unik yang berbeda dari Riyadh atau Jeddah. Sejak zaman Rasulullah SAW, Madinah telah menjadi pusat perdagangan dan persinggahan bagi para musafir dan peziarah dari Syam, Yaman, hingga Asia. Perpaduan ini menciptakan dapur yang kaya rempah, berfokus pada kualitas bahan baku, dan menjunjung tinggi prinsip kehalalan.
Perpaduan Budaya dan Rasa
Dapur Madinah mencerminkan sejarahnya sebagai tempat berkumpulnya berbagai etnis. Anda akan menemukan pengaruh kuat dari masakan Yaman (terutama dalam hidangan nasi seperti Mandi), Mesir (dalam hidangan kacang-kacangan), dan Levant (dalam hidangan penutup dan roti). Kekayaan rempah seperti kapulaga, kunyit, cengkeh, dan daun salam menjadi ciri khas yang membedakan masakan Saudi dari tetangganya.

sumber: panoramaumroh.com
Fokus pada Bahan Baku Halal dan Lokal
Di Madinah, penekanan pada kualitas daging (domba, kambing, ayam) yang disembelih secara syar’i (halal) adalah prioritas utama. Selain itu, Madinah terkenal dengan produk pertaniannya, terutama kurma. Makanan di sini sering kali sederhana dalam presentasi tetapi sangat kaya rasa, berkat bahan baku segar dan teknik memasak tradisional yang diwariskan turun-temurun.
10 Makanan Enak & Halal Wajib Coba di Madinah
Siapkan diri Anda untuk menjelajahi kelezatan yang akan memanjakan lidah. Berikut adalah sepuluh hidangan yang tidak boleh Anda lewatkan saat berada di kota Nabi:
1. Kurma Ajwa (Si Hitam dari Surga)
Mustahil mengunjungi Madinah tanpa mencicipi Kurma Ajwa. Kurma ini bukan hanya makanan, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi. Diriwayatkan sebagai kurma favorit Rasulullah SAW, Kurma Ajwa memiliki karakteristik unik: berwarna hitam pekat, bertekstur lembut, dan rasa yang tidak terlalu manis dengan sedikit sentuhan gurih.
Insight Kuliner: Kurma Ajwa biasanya dikonsumsi tunggal atau disajikan sebagai pembuka puasa. Selain Ajwa, cobalah varietas lokal lainnya seperti Kurma Safawi (lebih panjang dan manis) atau Kurma Anbara (kurma premium berukuran besar). Kunjungi pasar kurma di dekat Masjid Quba atau pasar utama untuk mendapatkan kurma terbaik langsung dari petani.
2. Mandi Lahm (Nasi Beraroma dengan Daging yang Lumer)
Mandhi adalah hidangan nasi panggang yang merupakan salah satu mahakarya kuliner Arab Saudi, khususnya di wilayah Hijaz. Nama Mandi berasal dari kata “nada,” yang berarti embun, merujuk pada tekstur daging yang sangat lembut dan seolah ‘berembun’ karena dimasak dalam uap.
Proses Memasak: Daging (biasanya domba atau kambing) dibumbui dengan campuran rempah yang kompleks (termasuk jintan, ketumbar, dan kunyit) lalu dipanggang atau diasap di dalam oven bawah tanah tradisional (disebut tandoor atau taboon) selama berjam-jam. Nasi dimasak di bawah daging, menyerap semua sari dan aroma rempah, menghasilkan nasi yang berwarna kuning cerah dan sangat harum. Disajikan dengan saus pedas tomat-cabai yang disebut Sahawiq.
3. Shawarma (Raja Makanan Jalanan)
Meskipun Shawarma dapat ditemukan di seluruh dunia, mencicipi versi otentik di Madinah adalah pengalaman yang berbeda. Shawarma adalah irisan daging (ayam, sapi, atau domba) yang dipanggang secara vertikal, kemudian diiris tipis dan dibungkus dalam roti pita (khubz) bersama sayuran segar dan saus.
Keunikan Madinah: Shawarma di Madinah sering kali menggunakan bumbu yang lebih kaya dan saus tahini atau saus bawang putih yang sangat kental dan creamy. Makanan ini adalah pilihan cepat, lezat, dan sangat mengenyangkan, ideal untuk dimakan setelah shalat di Masjid Nabawi.
4. Saleeg (Bubur Nasi Putih Ala Saudi)
Saleeg sering disebut sebagai “risotto Saudi” karena teksturnya yang creamy. Ini adalah hidangan penghangat dan sangat populer di wilayah Hijaz, khususnya di Thaif dan Madinah. Saleeg dibuat dari nasi Mesir (butir pendek) yang dimasak dengan kaldu daging (domba atau ayam) dan susu murni hingga menjadi bubur kental yang lembut.
Cara Penyajian: Saleeg disajikan panas, sering kali di atasnya diletakkan potongan besar ayam panggang atau daging domba rebus, dan ditaburi sedikit mentega atau minyak samin (ghee) yang dilelehkan. Rasanya gurih, kaya, dan sangat menenangkan—sempurna untuk malam yang dingin.
5. Mutabbaq (Pai Lipat Gurih atau Manis)
Mutabbaq, yang secara harfiah berarti “terlipat,” adalah makanan ringan yang populer di Madinah dan Jeddah, yang dipengaruhi oleh masakan Yaman dan India. Ini adalah adonan tipis seperti crepe atau kulit lumpia yang diisi, kemudian dilipat menjadi bentuk persegi dan dipanggang di atas wajan datar.
Varian Rasa:
- Mutabbaq Gurih: Diisi dengan daging cincang (kambing atau sapi), daun bawang, telur, dan rempah.
- Mutabbaq Manis: Diisi dengan pisang, madu, dan keju (biasanya keju krim), menjadikannya hidangan penutup yang unik.
Menyaksikan pembuat Mutabbaq merentangkan adonan setipis kertas adalah pertunjukan kuliner tersendiri.
6. Foul Medames (Sarapan Khas Timur Tengah)
Foul Medames adalah hidangan pokok sarapan yang sangat dicintai di seluruh Timur Tengah, termasuk Madinah. Hidangan ini terbuat dari kacang fava (kacang babi) yang dimasak perlahan hingga sangat lembut, kemudian dihancurkan kasar dan dibumbui dengan minyak zaitun berkualitas tinggi, jintan, peterseli cincang, dan perasan lemon segar.
Pentingnya: Foul Medames menawarkan protein tinggi dan energi yang tahan lama, menjadikannya pilihan sarapan yang ideal sebelum menjalani aktivitas spiritual yang padat. Biasanya dimakan dengan roti Khubz (roti pipih Arab) untuk menciduk kacang yang creamy.
7. Kanafa/Kunafah (Dessert Keju yang Meleleh)
Setelah hidangan utama yang kaya rempah, Kanafa menawarkan penutup manis yang tak tertandingi. Ini adalah hidangan penutup keju yang dipanggang, terbuat dari adonan mie tipis (disebut kataifi) yang diisi dengan keju manis (Nabulsi atau keju krim). Setelah dipanggang hingga renyah dan berwarna keemasan, Kanafa disiram dengan sirup gula (attar) yang diinfus dengan air mawar atau air bunga jeruk.
Tips Mencicipi: Kanafa harus dimakan segera setelah keluar dari oven agar keju masih meleleh dan adonan mie masih renyah. Cari toko makanan penutup yang mengkhususkan diri pada Kanafa di sekitar pusat kota.
8. Harisah atau Harees (Bubur Gandum Tradisional)
Harees adalah hidangan yang sering disajikan selama bulan Ramadhan atau pada acara-acara besar. Ini adalah hidangan yang membutuhkan kesabaran dalam pembuatannya. Harees terbuat dari biji gandum yang direbus atau dimasak perlahan bersama daging (domba atau ayam) hingga teksturnya sangat lembut dan halus, menyerupai bubur kental.
Karakteristik: Berbeda dengan Saleeg yang berbasis nasi dan susu, Harees lebih berfokus pada gandum dan tekstur yang homogen. Rasanya gurih alami, sering disajikan dengan ditaburi bubuk kayu manis atau sedikit minyak samin di atasnya. Ini adalah makanan yang sangat menyehatkan dan mudah dicerna.
9. Luqaimat (Donat Arab yang Manis)
Luqaimat, yang secara harfiah berarti “gigitan kecil,” adalah bola-bola adonan goreng yang renyah di luar dan lembut di dalam. Hidangan penutup ini sangat populer saat berbuka puasa.
Penyajian: Setelah digoreng hingga cokelat keemasan, Luqaimat langsung disiram dengan sirup kurma (dibs) atau madu. Rasa manis yang intens dan tekstur yang memuaskan menjadikannya camilan yang adiktif. Mereka sering dijual oleh pedagang kaki lima atau di toko-toko manisan tradisional.
10. Jallab dan Karkadeh (Minuman Dingin Penyegar)
Meskipun bukan makanan padat, minuman adalah bagian integral dari pengalaman kuliner di Madinah, terutama mengingat cuaca yang sering kali panas. Dua minuman yang wajib dicoba adalah:
- Jallab: Minuman manis yang terbuat dari kurma, air mawar, dan sirup anggur. Jallab memiliki warna merah kecoklatan yang khas dan biasanya disajikan dingin dengan es, ditaburi kismis dan kacang pinus.
- Karkadeh: Minuman yang terbuat dari kelopak bunga rosella kering. Rasanya asam manis yang sangat menyegarkan dan dipercaya memiliki banyak manfaat kesehatan. Karkadeh sering disajikan dalam keadaan dingin, ideal untuk meredakan dahaga setelah seharian beribadah.
Tips Mencari Pengalaman Kuliner Terbaik di Madinah
Untuk memastikan Anda mendapatkan hidangan yang paling lezat dan otentik, ikuti tips dari para ahli kuliner lokal:
Cari Restoran Lokal (Bukan Hanya Rantai Internasional)
Restoran yang melayani penduduk lokal, bukan hanya peziarah, sering kali menawarkan kualitas dan otentisitas terbaik. Cari restoran yang mengkhususkan diri pada “Masakan Yaman” atau “Masakan Hijazi” untuk Mandi, Madhbi, dan Saleeg yang luar biasa. Restoran-restoran ini biasanya terletak sedikit jauh dari area hotel mewah di sekitar Masjid Nabawi, namun mudah dijangkau dengan taksi.
Waktu Terbaik untuk Makan Mandi
Banyak restoran Mandi terbaik mulai menyajikan hidangan mereka setelah shalat Dzuhur. Jika Anda ingin mencicipi daging yang paling segar dan baru matang, datanglah sedikit lebih awal. Mandi sering disajikan dalam porsi besar, ideal untuk berbagi dalam kelompok (tradisi makan komunal di atas nampan besar).
Kunjungi Pasar Kurma dan Pasar Tradisional
Untuk Kurma Ajwa, pastikan Anda mengunjungi pasar kurma yang otentik. Jangan ragu untuk mencicipi sebelum membeli. Selain itu, pasar tradisional (suq) adalah tempat terbaik untuk menemukan Mutabbaq dan Luqaimat buatan tangan yang segar.
Jangan Takut Mencoba Makanan Jalanan
Shawarma dan Mutabbaq yang dijual di gerai kecil atau truk makanan sering kali lebih lezat dan lebih murah daripada yang dijual di restoran besar. Pastikan gerai tersebut terlihat bersih dan ramai, karena keramaian adalah indikator kualitas dan kesegaran makanan.
Etika Makan
Jika Anda diundang makan bersama penduduk lokal, ingatlah bahwa makan dengan tangan kanan adalah kebiasaan yang umum, terutama saat menyantap hidangan nasi komunal seperti Mandi. Selalu ucapkan Bismillah sebelum memulai dan Alhamdulillah setelah selesai.
Menutup Perjalanan Rasa
Perjalanan ke Madinah Al-Munawwarah adalah ziarah spiritual yang mendalam. Namun, melengkapi ibadah Anda dengan menikmati kekayaan kuliner lokal akan memberikan dimensi pengalaman yang lebih kaya. Dari kelembutan Kurma Ajwa yang manis hingga aroma Mandi yang menghangatkan, setiap gigitan menceritakan kisah tentang keramahan, sejarah, dan kekayaan budaya Hijaz.
Pastikan dalam rencana perjalanan Anda, Anda menyisihkan waktu untuk menjelajahi restoran-restoran lokal dan mencicipi sepuluh hidangan wajib coba ini. Dengan demikian, Anda tidak hanya membawa pulang kenangan spiritual, tetapi juga kenangan rasa yang tak terlupakan dari salah satu kota paling suci di dunia.
Selamat menikmati perjalanan kuliner Anda di Madinah!
sumber : Youtube.com